Gunung akan kudaki, lautan akan kuseberangi.Memang begitu cowok kalau mengumbar kemachoannya

. Tapi tugas apakah yang paling menantang dan paling sukar untuk dikerjakan seorang cowok? Bukan trekking di Gunung Everest, mengarungi Lautan Atlantik, ataupun bahkan menaklukkan seekor naga segede Gaban, tetapi sesederhana seperti:
menemani shopping!Sejak mulainya peradaban manusia, DNA cewek berevolusi sehingga menumbuhkan gen yang bernama shopping ini. Maka itulah, cowok tidak ditakdirkan untuk bisa menikmati rasanya shopping. Jangankan tatkala sudah sampai di supermarket atau factory outlet, baru berpikir akan diajak (baca: disuruh) ikut shopping pun, semangat yang berapi-api (seperti Beowulf akan pergi perang) jadi luntur tanpa bekas

. Biseps dan triseps hasil berjam-jam fitness akhirnya hanya berakhir untuk tugas semulia menenteng tas-tas belanja.
Beberapa pusat perbelanjaan nampaknya sudah maklum dengan hal ini. Selain pajangan blus, rok, kaos, celana, dan segala macam produk tekstil tanpa akhir, terkadang di pojok-pojok telah tersedia bangku kecil. Kalau mata cewek sangat tajam mendeteksi tulisan "Sale" atau "Angebot" walaupun dari jarak yang tidak masuk akal, mata cowok sebaliknya hanya terlatih sensitif untuk menemukan tempat duduk semacam ini.
Konon kesialan harus ikut shopping ini menumbuhkan ikatan emosional yang kuat. Bukan antara cewek yang shopping dan cowok yang menemani , tetapi antara cowok-cowok yang sama-sama harus mengekor ke sana ke mari

. Lagi asyik melamun sambil duduk menanti, cowok lain yang mau ikutan duduk pun menjadi sangat ramah, sering sembari menukas, "
Das gleiche Schicksal" (nasib kita sama). Wah! Apalagi jawabannya yang lebih indah selain
"Wilkommen im Club!" 
Seringkali tentunya berlanjut sesama curhat (baca: komplain) seputar tema shopping. Ah, dasar calon-calon anggota ISTI*.
Lalu apa hubungannya kerjaan shopping ini dengan peluang bisnis? Mudah saja. Mestinya pengelola gerai mode jangan hanya sungkan menyediakan tempat duduk. Sekalian saja dengan pojok khusus untuk cowok. Hanya modal beberapa sofa yang empuk, TV plasma layar besar paling mutakhir, lengkap dengan kabel TV channel sport, tabloid dan koran serta majalah khusus laki-laki (ada yang pernah mengusulkan minimal Best Playmates), kicker alias table football, plus cocktail harga miring dan WLAN hotspot

. Semua cewek diperbolehkan memarkir suami atau pasangannya di sana.
Ada yang mau memulai?
(*) Ikatan Suami Takut Istri.