Ariya's posts with tag: bingung

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag bingung
Posted by Ariya on Feb 11, '08 5:21 PM for everyone
Beberapa bulan yang lalu, iming-imingnya adalah seindah  "Santai aja, Norwegisch ist wie Deutsch ohne Grammatik" (Bahasa Norwegian mirip dengan bahasa Jerman tanpa tata bahasa). Memang janji yang menggiurkan bukan?

Tapi setelah beberapa hari ini membolak-balik buku Langenscheidt itu (yang belum apa-apa - tentu karena kurang populer - harganya jauh lebih melangit ketimbang pelajaran bahasa Perancis atau Spanyol), impian yang semanis madu itupun berpotensial berubah menjadi sedikit pahit. Memang betul bahwa dari kosa kata, cukup mudah melompat dari bahasa Jerman ke bahasa Norwegia ataupun bahasa Skandinavia lainnya. Tinggal berhati-hati saja terhadap false friends dan kasus sejenis lainnya (awas: sau ternyata artinya domba). Tapi, ohne Grammatik? Von wegen! Sepertinya malah tata bahasanya nggak dijamin lebih mudah dari bahasa Jerman.

Plus, masih ada persoalan lagi dengan pengucapan dan intonasinya. Banyak konsonan yang "mati" (tidak bunyi, seperti lazim di bahasa Perancis) yang gampang membuat kepusingan saat mencocokkan antara percakapan dan teksnya. Ini berarti ada tantangan besar untuk mudah memahami stand-up comedy (itupun kalau ada). Pola pengucapannya masih belum familiar. Cara mengetik tiga aksara baru æ, ø, dan å di keyboard layout DE juga belum ketemu. Terakhir, karena seringkali arti kata bisa berbeda (jauh) kalau intonasinya lain, ini berarti nggak lagi bisa sembarangan berucap tanpa irama.

Ya kita lihat saja nanti. Such a bloody challenge. Mudah-mudahan nggak lagi berakhir seperti hasil belajar bahasa Itali: hanya sampai mengerti urusan memesan makanan dan minuman

Posted by Ariya on Feb 5, '08 6:10 AM for everyone
Pernah punya dosen killer yang sering melontarkan soal yang sulitnya luar biasa? Pernah terjebak di ujian yang sebenarnya gampang tapi karena kurang persiapannya akhirnya jadi sukar? Pernah menikmati rasanya ujian lisan dengan tatapan mata si penanya yang membuat otak mendadak jadi blackout? Pernah membayangkan jadi superhero yang terlilit dilema antara menyelamatkan dunia tapi mengorbankan pasangannya atau sebaliknya? Selalu sulit menentukan keputusan?

Situasi klise di atas sialnya tidak seberbahaya menerima pertanyaan:

Gimana? Aku cocok nggak pakai baju ini?

Jagad raya seperti tak lagi berputar, taufan pun berhenti bergejolak, dan matahari hanya diam termenung di singgasananya.


Posted by Ariya on Feb 3, '08 2:20 PM for everyone
Gunung akan kudaki, lautan akan kuseberangi.

Memang begitu cowok kalau mengumbar kemachoannya . Tapi tugas apakah yang paling menantang dan paling sukar untuk dikerjakan seorang cowok? Bukan trekking di Gunung Everest, mengarungi Lautan Atlantik, ataupun bahkan menaklukkan seekor naga segede Gaban, tetapi sesederhana seperti:

menemani shopping!

Sejak mulainya peradaban manusia, DNA cewek berevolusi sehingga menumbuhkan gen yang bernama shopping ini. Maka itulah, cowok tidak ditakdirkan untuk bisa menikmati rasanya shopping. Jangankan tatkala sudah sampai di supermarket atau factory outlet, baru berpikir akan diajak (baca: disuruh) ikut shopping pun, semangat yang berapi-api (seperti Beowulf akan pergi perang) jadi luntur tanpa bekas . Biseps dan triseps hasil berjam-jam fitness akhirnya hanya berakhir untuk tugas semulia menenteng tas-tas belanja.

Beberapa pusat perbelanjaan nampaknya sudah maklum dengan hal ini. Selain pajangan blus, rok, kaos, celana, dan segala macam produk tekstil tanpa akhir, terkadang di pojok-pojok telah tersedia bangku kecil. Kalau mata cewek sangat tajam mendeteksi tulisan "Sale" atau "Angebot" walaupun dari jarak yang tidak masuk akal, mata cowok sebaliknya hanya terlatih sensitif untuk menemukan tempat duduk semacam ini.

Konon kesialan harus ikut shopping ini menumbuhkan ikatan emosional yang kuat. Bukan antara cewek yang shopping dan cowok yang menemani , tetapi antara cowok-cowok yang sama-sama harus mengekor ke sana ke mari . Lagi asyik melamun sambil duduk menanti, cowok lain yang mau ikutan duduk pun menjadi sangat ramah, sering sembari menukas, "Das gleiche Schicksal" (nasib kita sama). Wah! Apalagi jawabannya yang lebih indah selain "Wilkommen im Club!"  Seringkali tentunya berlanjut sesama curhat (baca: komplain) seputar tema shopping. Ah, dasar calon-calon anggota ISTI*.

Lalu apa hubungannya kerjaan shopping ini dengan peluang bisnis? Mudah saja. Mestinya pengelola gerai mode jangan hanya sungkan menyediakan tempat duduk. Sekalian saja dengan pojok khusus untuk cowok. Hanya modal beberapa sofa yang empuk, TV plasma layar besar paling mutakhir, lengkap dengan kabel TV channel sport, tabloid dan koran serta majalah khusus laki-laki (ada yang pernah mengusulkan minimal Best Playmates), kicker alias table football, plus cocktail harga miring dan WLAN hotspot . Semua cewek diperbolehkan memarkir suami atau pasangannya di sana.

Ada yang mau memulai?


(*) Ikatan Suami Takut Istri.


Posted by Ariya on Jan 25, '08 11:48 AM for everyone

Lagu Dewa Roman Picisan dibuka dengan:

"Tatap matamu bagai busur panah
Yang kau lepaskan ke jantung hatiku"

Bagaimana ya rasanya kena busur panah? Kalau terkena anak panah sih masih bisa dibayangkan...


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help